Rencana Pembaruan Kurikulum di Fakultas Psikologi
PSYCHE NEWS - Kabar pembaruan kurikulum dalam jenjang pendidikan psikologi Indonesia yang beredar di kalangan mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta menimbulkan tanda tanya bagi mahasiswa. Pasalnya informasi mengenai kurikulum baru ini dirasa belum jelas dari sistemnya serta bagaimana penerapannya di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal ini berdampak pada nasib mahasiswa yang sedang atau akan menempuh pendidikan tersebut.
Lusi Nuryanti, Ph.D., Psikolog selaku Wakil Dekan I Fakultas Psikologi mengungkapkan bahwa saat ini Strata-1 (S1) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta masih menerapkan kurikulum tahun 2019. Saat ini fakultas sedang menyesuaikan perubahan yang disebabkan oleh pengesahan UU PLP (Pendidikan dan Layanan Psikologi). “Saat ini kurikulum 2019 sedang proses revisi, Perubahan jalur pendidikan profesi juga akan berdampak terhadap kurikulum S1, namun masih menunggu arahan dari AP2TPI (Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia),” jelasnya, Senin (15/5).
Ia juga menambahkan bahwa Fakultas Psikologi berencana membuka program profesi pada bulan Februari 2024. Program disebut S1 Plus, dimana sarjana lulusan S1 psikologi dapat langsung menempuh pendidikan profesi untuk mendapatkan gelar Psikolog. Dari seluruh Indonesia, ada 19 fakultas yang nantinya diperbolehkan membuka program profesi pada tahun pertama. Ada yang mulai membuka di bulan September 2023. Namun, sebagian besar akan membuka di bulan Februari 2024. “Sampai sekarang masih belum ada kejelasan, sangat mepet waktunya,” ujarnya, Sabtu (13/5).
Kurikulum program profesi membutuhkan panduan dari AP2TP yang akan dibahas dalam kolokium di bulan Juli 2023 mendatang. “Sebagai gambaran kurikulumnya nanti akan lebih fokus ke praktik di lapangan, walaupun akan ada penyegaran teori, tetapi akan lebih banyak di lapangan. Karena ini adalah psikolog umum, jadi nanti semua bidang akan ditempuh, yaitu bidang klinis yang disebut dengan bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang industri dan organisasi, dan komunitas,” jelasnya, Sabtu (13/5).
Reporter: Dentina
Editor: Muhammad Fauzy & Qisthy Brenda
Layouter: Hanief

Komentar
Posting Komentar