Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Sosialisasi SMHWS, PPKS, BKPH, dan Tim Kedisiplinan: Kesehatan Mental Mahasiswa itu Penting

Gambar
          PSYCHE–Sabtu  (14/12/2024) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan sosialisasi mengenai pengenalan SMHWS ( Student Mental Health and Wellbeing Support ), Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan BKPH ( Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas) . Acara ini dihadiri oleh beberapa pembicara berpengalaman, termasuk Dr. Lusi Nuryanti, S.Psi, M.Psi, Ph.D, Dra. Partini, M.Si., Psikolog, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag, Dr. Muchamad Iksan, S.H, M.H, dan Avip Rusdi Hananto, S.H. Lusi selaku salah satu pembicara menjelaskan bahwa SMHWS adalah layanan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa yang pertama kali digagas pada tahun 2020, saat Dekan Fakultas Psikologi menjabat sebagai Wakil Rektor. Layanan SMHWS mencakup penanganan permasalahan kesehatan gratis, upaya promosi, dan pencegahan permasalahan kesehatan mental, yang didukung oleh psikolog alumni Psikologi UMS.  Layanan ini tidak hanya ditujukan pada mahasiswa y...

Wakil Walikota Solo Silaturahmi, Harapkan Adanya Kolaborasi?

Gambar
PSYCHE–Selasa, 03 Desember 2024 Fakultas Psikologi UMS mendapatkan kunjungan dari Wakil Walikota Surakarta terpilih, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A. Kedatangan Astrid dan tim disambut di ruang Hybrid pada pukul 14.00 WIB yang dihadiri oleh segenap pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa. Kunjungan Wakil Walikota Surakarta ini dimaksudkan untuk melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan Fakultas Psikologi UMS mengenai kesehatan mental di masyarakat yang merupakan salah satu program unggulan dari pasangan Walikota dan Wakil Walikota Surakarta, Respati-Astrid. Kegiatan silaturahmi ini diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Psikologi, Wakil Walikota Surakarta, dan diakhiri dengan dialog tanggapan dari dosen dan mahasiswa. Astrid sebagai seseorang dengan latar belakang akademisi mengakui, ia turut prihatin melihat banyaknya anak muda yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi akibat mengalami gangguan mental. “Sebagai akademisi, saya melihat banyak anak ...