Suara Mahasiswa: Huru Hara Pengisian KRS Semester Gasal 2024/2025
PSYCHE NEWS - Pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) secara Online Fakultas Psikologi UMS Semester Gasal 2024/2025 telah dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Agustus pada pukul 15.30 WIB. Pengisian KRS menghadapi banyak tantangan mulai dari pembaruan sistem pengisian KRS hingga proses adaptasi pada kurikulum baru.
KRS online menawarkan berbagai
keuntungan seperti efisiensi waktu. Mahasiswa tidak perlu lagi mengantre atau
menghadapi kerumitan administratif saat mengisi KRS, proses dapat dilakukan
kapan dan di mana saja, asalkan terhubung dengan internet. Hal ini juga
mengurangi beban kerja bagi staf administrasi akademik.
Meski begitu, KRS online juga
menghadapi beberapa tantangan seperti kesenjangan akses teknologi. Tidak semua
mahasiswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan koneksi internet yang
stabil. Oleh karena itu, penting bagi pihak perguruan tinggi untuk memastikan
bahwa semua mahasiswa, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki akses
yang memadai untuk menggunakan sistem ini.
DTW, mahasiswa angkatan 22 mengungkapkan hambatan yang dialaminya selama KRS mulai dari waktu yang molor hingga web STAR UMS yang tiba-tiba nge-down. Hal yang sama juga diungkapkan oleh FSA, angkatan 22. “Server error di tengah KRS, membuat mahasiswa semakin panik. Serta mungkin sebaiknya untuk awal pergantian kurikulum, server error segera diperbaiki karena tiap tahun server error ini selalu ada saat KRS berlangsung,” ucapnya Minggu (1/9).
Keluhan juga diberikan dari mahasiswa angkatan 21, SQ, mengenai jadwal yang sering bertabrakan dan kelas yang selalu overload. MA, angkatan 21, menambahkan terkait masalah yang sama. ”Informasi yang diberikan setengah-setengah, pemberitahuan tentang adanya permasalahan KRS atau kuota yang sudah penuh terlalu mendadak dan terkadang lama, teman-teman juga jadi kebingungan.” Minggu (1/9).
Hal ini memunculkan kepanikan terutama pada angkatan 21 yang diwajibkan mengambil mata kuliah Perencanaan Penelitian (PerPen), tetapi banyak yang tidak mendapat kelas. “Perpen kelasnya full, nggak bisa milih dosen, mahasiswa banyak yang kecewa. Padahal sekarang waktunya angkatan kita buat ambil PerPen dan punya hak buat pilih dosen sesuai jadwal. Tapi karena keterbatasan kelas, endingnya kelas diatur oleh kaprodi,” ujar SK, Minggu (1/9).
“Menurut saya, KRS tahun ini lebih parah daripada tahun sebelumnya, mungkin karena adaptasi kurikulum baru yang membuat mahasiswa kebingungan dengan nama mata kuliah yang diganti dan konsep perkuliahan yang berubah,” ujar FSA, Minggu (1/9). “KRS tahun ini kurang lancar dibandingkan tahun sebelumnya, karena di tahun-tahun kemarin itu seingat saya sedikit sekali mahasiswa yang tidak mendapat kuota kelas dan itu pun tidak di semua mata kuliah. Tapi di tahun ini lumayan banyak dan hampir ada di keseluruhan matkul,” tambah AZ, Minggu (1/9).
Selalu ada pembaruan sistem untuk setiap semester, tetapi belum ada solusi yang efektif untuk penyelesaian permasalahan KRS tersebut. Walau begitu, tindakan fakultas sudah lebih baik daripada semester-semester sebelumnya. Harapannya, jika selalu trouble dalam menghadapi KRS, fakultas bisa menerapkan kebijakan untuk pengambilan paketan mata kuliah setiap semester, sehingga tidak akan ada mahasiswa yang tidak dapat mengambil mata kuliah di semester tersebut karena kehabisan kuota kelas.
Komentar
Posting Komentar