Suara Mahasiswa: Kisruh KRS Semester Genap
PSYCHE NEWS–Proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang telah dilaksanakan pada Selasa, 04 Februari 2025 pada pukul 13.00 WIB sekali lagi mengalami kendala. Banyak mahasiswa kekurangan kelas, jadwal bertabrakan, hingga perubahan tanggal masuk perkuliahan yang mendadak.
LAI, angkatan 23 mengungkapkan permasalahan yang dialaminya pada pengisian KRS kali ini. “Kalau untuk kendalanya sendiri itu ada beberapa, ya. Mulai dari adanya beberapa mata kuliah yang kelasnya sudah penuh, jadi berujung ga dapat kelas juga informasi yang diberikan fakultas sering simpang siur.” Rabu (12/2). Mahasiswa angkatan 2022 juga mengalami hal yang sama yaitu jadwal mata kuliah wajib yang bertabrakan.
ZB, angkatan 23 juga menambahkan keluhannya terkait KRS semester ini. “Ya, akibat banyaknya kelas yang udah penuh jadinya buat cari kelas lain yang masih bisa itu sulit karena seringnya tabrakan sama jadwal mata kuliah praktikum yang memang bener-bener ga bisa diubah lagi,” ucapnya, Rabu (12/2). ZB pun juga mengeluhkan tentang pembagian jadwal yang tidak merata, karena dalam satu hari terdapat jadwal mata kuliah yang sama hingga pilihan hari yang diberikan sangatlah terbatas. Seperti pada hari Jumat, dikhususkan untuk angkatan 23 mengambil mata kuliah Kemuhammadiyahan sehingga sulit untuk mengatur jadwal yang ada.
FNC, angkatan 2022 mengaku mengalami jadwal bentrok yang disebabkan oleh perubahan jadwal secara mendadak. “Saya akhirnya mencari solusi dengan menghubungi teman di grup angkatan satu persatu,” ungkapnya Rabu (12/2).
Pihak fakultas sendiri memberikan kesempatan untuk para mahasiswa melakukan pindah kelas dan tukar kelas yaitu dengan cara mengisi google form. Selain itu, pihak fakultas telah menambah jumlah kuota pada kelas yang penuh. NL, angkatan 23 mengungkapkan, “Aku coba buat tuker kelas sama yang lain dan ganti seluruh jadwal yang ada, soalnya emang kalau ganti satu jadwal mata kuliah pasti ngubah yang lainnya juga dan menghubungi pihak fakultas buat pindah kelas,” ungkapnya, Rabu (12/2).
Namun, menurut LAI, hal tersebut masih belum efektif untuk mengatasi permasalah seputar KRS. “Walaupun ada tambahan, kelasnya masih penuh. Pendataan pindah kelas melalui chat WhatsApp juga menurutku kurang efektif, soalnya balasnya lama dan susah untuk diskusi kalo ternyata ada kelas yang full lagi,” ucapnya, Rabu (12/2). Di lain sisi, menurut NA mahasiswa angkatan 2022 sistem pengaduan yang diberikan fakultas melalui google form dan zoom cukup membantu, tetapi banyak mahasiswa yang tidak mengisi data simulasi KRS dengan benar, sehingga menyebabkan fakultas harus merombak jadwal, menutup kelas, atau menambah kuota kelas secara mendadak.
Mahasiswa fakultas dan prodi dapat memberikan solusi yang lebih matang di masa mendatang dengan memaketkan mata kuliah wajib agar tidak terjadi bentrokan jadwal juga mempertegas aturan bagi mahasiswa agar lebih disiplin dalam proses simulasi. Dengan berbagai kendala yang terjadi mahasiswa berharap sistem KRS di semester berikutnya dapat lebih baik dan tidak menimbulkan kebingungan seperti yang terjadi saat ini.
Komentar
Posting Komentar